S Lutena Mengatasi Insomnia

S Lutena Mengatasi Insomnia

S Lutena herbal untuk berbagai penyakit yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh secara total dan juga untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. S Lutena sangat bagus untuk memperbaiki gangguan susah tidur atau biasa kita sebut insomnia. Insomnia sendiri bisa disebabkan karena faktor psikis atau bisa juga karena gangguan penyakit lainnya misalnya sering kencing di malam hari.

Gejala gangguan tidur – sementara kalangan mengatakan bukanlah suatu penyakit, akan tetapi hanya sebuah rambu-rambu bahwa penderita memiliki problematika psikis atau penyakit fisik. Demikian dikatakan dalam sebuah jurnal Psychology Today, Juni 1986. Jadi, gangguan tidur tidak lebih hanya sebuah indikator yang mencuat di permukaan bahwa yang bersangkutan memiliki sejumlah penyakit yang harus diobati.
Sebuah penelitian baru yang dilakukan sebuah tim di Albuquerque New Mexico memberikan prespektif baru tentang insomnia kronis. Penelitian yang sederhana dan masih dalam skala kecil ini mencoba untuk melihat secara obyektif kenapa penderita insomnia kronis sering terjaga di malam hari.

Para peneliti mengumpulkan 20 orang penderita insomnia kronis untuk direkam tidurnya menggunakan polisomnografi (PSG) di laboratorium tidur. Hasilnya ternyata mengejutkan banyak ahli, 90 persen penyebab pasien terjaga adalah gangguan nafas saat tidur, sleep apnea! Padahal secara subyektif, para peserta penelitian menyatakan penyebab mereka terjaga adalah 50 persen tak tahu penyebabnya terjaga, 45 persen karena mimpi buruk, 35 persen karena dorongan untuk kencing, 20 persen karena gangguan lingkungan tidur dan 15 persen akibat rasa sakit.
Terhadap faktor penyebab gangguan tidur maka banyak ahli mengatakan pada umumnya disebabkan oleh banyak hal. Dalam pandangan Dr. Nino Murcia, yang sudah belasan tahun memimpin klinik Insomnia di Stanford AS mengatakan bahwa ”belum pernah menemukan gangguan tidur yang hanya disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan banyak faktor”. Dalam temuan para ahli setidaknya ada empat faktor penyebab insomnia yakni predisposisi psikologis dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, lingkungan yang mengganggu, serta kebiasaan buruk.

Faktor psikologis dan biologis. Kedua faktor tersebut kadangkala menyatu menjadi bentuk psikosomatis, yakni persoalan psikologis berdampak terhadap biologis dan sebaliknya. (psiko = kejiwaan; soma = dinding, tubuh). Misalnya, bagi seseorang yang jantungnya mudah berdebar-debar lebih cepat dan suhu tubuhnya lebih hangat dari biasanya maka berkecenderungan untuk susah tidur. Jika tertidur maka akan sensitif untuk bangun (light sleeper). Di samping itu, sejumlah penyakit fisik juga menjadi aspek pencetus gangguan insomnia, misalnya asma, rematik, maag, ginjal, dan thyroid.

Sebuah penelitian baru yang dilakukan sebuah tim di Albuquerque New Mexico memberikan prespektif baru tentang insomnia kronis. Penelitian yang sederhana dan masih dalam skala kecil ini mencoba untuk melihat secara obyektif kenapa penderita insomnia kronis sering terjaga di malam hari.

Para peneliti mengumpulkan 20 orang penderita insomnia kronis untuk direkam tidurnya menggunakan polisomnografi (PSG) di laboratorium tidur. Hasilnya ternyata mengejutkan banyak ahli, 90 persen penyebab pasien terjaga adalah gangguan nafas saat tidur, sleep apnea! Padahal secara subyektif, para peserta penelitian menyatakan penyebab mereka terjaga adalah 50 persen tak tahu penyebabnya terjaga, 45 persen karena mimpi buruk, 35 persen karena dorongan untuk kencing, 20 persen karena gangguan lingkungan tidur dan 15 persen akibat rasa sakit.

Tak satu pun peserta menduga dirinya terjaga akibat gangguan nafas. Bahkan 11 dari 20 peserta penelitian dinyatakan positif menderita sleep apnea. Padahal, sebelum penelitian para peserta sudah disaring. Jika menunjukkan gejala sleep apnea, seperti mendengkur atau kantuk berlebihan, peserta akan dicoret dari keikutsertaannya. Tak satu pun peserta yang mendengkur.
Keluhan penderita insomnia bisa dikatakan berlawanan dengan penderita sleep apnea. Jika penderita sleep apnea mendengkur dan terus mengantuk, penderita insomnia justru mengeluhkan kesulitan memulai atau mempertahankan tidur. Penderita insomnia dengan kesulitan mempertahankan tidur, mudah terbangun di tengah malam dan biasanya sulit untuk tidur kembali.

Sleep apnea merupakan gangguan nafas saat tidur yang menyebabkan penderitanya terbangun (arousal) akibat sesak. Penderita terbangun tanpa terjaga, hingga ia tak ingat terbangun berulang kali sepanjang malam. Akibat proses tidur yang terpotong-potong, penderita sleep apnea bangun tak segar dan terus mengantuk sepanjang hari.

Apa itu S Lutena ;

S lutena [ super lutein ] adalah suplemen gizi yang sangat kaya dengan jumlah karotenoid [ B-karoten ] dengan manfaatyang sebanding seperti makan sayuran berwarna merah,kuning,orange dan hijau gelap.

S LUTENA juga sangat aman dalam terapi pemulihan kesehatan pasien dari berbagai jenis kanker lainnya, Tumor, Darah Tinggi, Migrain, Typus, Insomnia, Impotensi, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus / Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Gagal Ginjal, Hepatitis, dsb.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

Manfaat Superlutein Secara Umum adalah :

  • Detoksifikasi
  • Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
  • Pembersih Darah
  • Antioksidan

Untuk Lebih Jelasnya mengenai s lutena super lutein untuk insomnia ,silahkan hubungi cs kami di website berikut !!!

Buat Anda yang ingin mendapatkan SUPLEMEN Herbal alami untuk kesehatan ” S lutena” Jual SUPLEMEN obat herbal untuk kesehatan , Langsung hubungi kami.

Cara Order / Pemesanan silahkan hubungi kami ;

You may also like...

%d bloggers like this: